Tumor dan Kanker: Kenali Perbedaannya

Tumor dan Kanker: Kenali Perbedaannya

Ilustrasi kanker (cancer) dengan bentuk yang menyerupai kepiting;
Sumber: https://www.medicalnewstoday.com/articles/318438.php

Sering kali, kata kanker menjadi sebuah pukulan hati kepada pasien yang didiagnosis. Bagaimana tidak? Kanker merupakan penyakit yang ganas dan sulit untuk diobati karena setiap jenis kanker memerlukan tatalaksana yang berbeda. Pada tahun 2014, berdasarkan data dari World Health Organization(WHO), kanker bertanggung jawab atas 195.300 kematian penduduk Indonesia. Tumor sering diasosiasikan dengan kanker karena biasanya tanda awal dari kanker adalah dengan menemukan tumor. Namun, apakah semua tumor adalah kanker? Apa perbedaannya antara kankerdengan tumor?

            Kankerberasal dari Bahasa Latin untuk kepiting karena bentuknya yang menyerupai kepiting dan juga kanker melekat dengan erat kepada jaringan sekitarnya layaknya capitan kepiting yang erat. Kanker merupakan kumpulan sel yang membelah secara cepat dan tidak beraturan. Dalam keadaan normal, tubuh manusia tersusun atas triliun sel yang membelah secara beraturan. Sel membelah untuk menghasilkan sel-sel baru yang menggantikan sel yang lama. Sehingga, ada keseimbangan antara kematian sel dan pembelahan sel. Namun, kanker mengubah keseimbangan tersebut dengan terus membelah dan membentuk kumpulan sel yang berbeda dengan sel yang masih normal. Kumpulan sel kanker inilah yang disebut dengan tumor. 

            Kata tumortidak langsung merujuk kepada kanker karena tumor sebenarnya merujuk kepada sebuah massa. Sebuah massa yang berisikan cairan menonjol dari kulit juga disebut sebagai tumor. Seperti yang disebutkan di atas, kanker menyebabkan pembelahan sel yang abnormal, sehingga akan menghasilkan massa padat yang terdiri dari sel-sel kanker dan massa ini dapat disebut sebagai tumor. Istilah neoplasmajuga sering digunakan dalam menjelaskan kanker karena neoplasma merujuk kepada pertumbuhan sel yang abnormal.      Salah satu parameter yang juga digunakan dalam menjelaskan neoplasma adalah keganasan. Neoplasma yang bersifat tidak ganas atau jinak (benign)lebih mudah untuk diobati karena biasanya ditemukan secara lokal dan tidak menyebar ke lokasi lain di dalam tubuh. Sebaliknya, neoplasma yang ganas (malignant)dapat menyebar ke organ lain dan sering kembali setelah diangkat, sehingga menyulitkan untuk diobati. Kanker merupakan neoplasma yang ganas karena dapat menyebar dari lokasi awalnya (primer) menuju ke organ lain di dalam tubuh (sekunder) melalui aliran darah atau limfa. Penyebaran sel kanker disebut sebagai metastasis. Sel kanker yang telah bermetastasis ke tempat lain akan menyulitkan proses pengobatan. 

           Sebuah klasifikasi disusun oleh WHO untuk menentukan kondisi keganasan tumor. Stadium tumor dibedakan menjadi stadium I hingga IV. Tumor stadium Imerupakan tumor yang paling jinak dan tidak bermetastasis, sehingga akan mudah untuk dilakukan pengangkatan tumor melalui operasi. Tumor stadium IImemiliki ukuran yang lebih besar dari stadium I dan mungkin bermetastasis. Tumor stadium IIImemiliki pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan stadium II dan juga mungkin bermetastasis. Tumor yang paling ganas agalah tumor stadium IVyang dapat berkembang secara cepat dan juga bermetastasis ke organ-organ lain, sehingga menyulitkan proses pengobatan. 

            Tatalaksana setiap jenis tumor akan berbeda-beda bergantung pada lokasi, stadium tumor, faktor pasien, dan lain-lain. Pasien yang dicurigai memiliki neoplasma akan dirujuk kepada dokter spesialis onkologi. Onkologiberasal dari kata onkos dalam Bahasa Yunani yang berarti beban dan merujuk kepada ilmu yang mempelajari tumor dan neoplasma. Untuk menentukan jenis dan stadium tumor, pasien akan dilakukan banyak pemeriksaan, salah satunya adalah pemeriksaan biopsi. Biopsiadalah tindakan mengambil sebagian jaringan tumor yang dijadikan sampel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, biasanya oleh dokter spesialis patologi anatomi. Jika tumor ditemukan pada sistem sarah pusat, yaitu otak dan saraf tulang belakang, pasien juga akan ditangani dengan dokter bedah saraf. Peran dokter bedah sarafdi sini ikut membantu dalam pengobatan pasien jika salah satu tata laksana merupakan operasi pengangkatan tumor pada otak atau saraf tulang belakang.

Referensi:

  1. What is cancer? [Internet]. Baltimore: Johns Hopkins Medicine; 2018 [cited on 2019 Jul 31]. Available from:http://pathology.jhu.edu/pc/BasicTypes1.php
  2. Types of tumors [Internet]. Canada: Canadian Cancer Society; 2019 [cited on 2019 Jul 31]. Available from: https://www.cancer.ca/en/cancer-information/cancer-101/what-is-cancer/types-of-tumours/?region=on
  3. Brain tumors [Internet]. Rolling Meadows: American Association of Neurological Surgeons; 2019 [cited on 2019 Jul 31]. Available from: https://www.aans.org/en/Patients/Neurosurgical-Conditions-and-Treatments/Brain-Tumors
  4. Cancer country profiles (Indonesia) [Internet]. WHO; 2014 [cited on 2019 Jul 31]. Available from: https://www.who.int/cancer/country-profiles/idn_en.pdf
  5. Biopsy [Internet]. UK: National Health Service; 2018 Jun 1 [cited on 2019 Jul 31]. Available from: https://www.nhs.uk/conditions/biopsy/

Leave a Reply

Close Menu