Sindroma Ekor Kuda: Sulit Berdiri hingga Ereksi

Sindroma Ekor Kuda: Sulit Berdiri hingga Ereksi

Serabut-serabut saraf muncul dari ujung saraf tulang belakang menyebar menyerupai ekor kuda. Kerusakan si ekor kuda alias cauda equina – meski hanya serabut kecil halus – memunculkan sebuah sindroma yang disebut sindroma ekor kuda. Tidak hanya mengganggu tumpuan berjalan, tetapi hingga gangguan salah satu fungsi primitif: disfungsi seksual.

ilustrasi sindroma cauda equina
Nyeri Punggung Bawah, salah satu gejala umum penanda Sindroma Cauda Equina;
sumber: https://www.mrhsolicitors.co.uk/service/cauda-equina/

Apa itu sindroma cauda equina?

Cauda equina (CE) adalah serabut saraf yang keluar dari ujung saraf tulang belakang (conus medullaris). Sindroma adalah kumpulan kondisi klinis yang terjadi akibat suatu hal yang sama. Maka, sindroma ekor kuda alias sindroma cauda equina (SCE) dapat didefinisikan sebagai kumpulan kondisi: gangguan neuromuscular dan urogenital akibat gangguan pada cauda equina. Kondisi ini dapat terjadi secara tiba-tiba atau secara bertahap. Secara anatomis, vertebra manusia dilalui oleh saraf. Pada tingkat antara vertebra lumbar 1 (L1) dan lumbar, medulla spinalis mengerucut membentuk conus medullaris dan dari sinilah muncul serabut ekor kuda. Cauda equina adalah gabungan juluran saraf tulang belakang (spinal) dari tingkat lumbar bawah hingga coccygeal. Serabut ini mempersarafi sensoris daerah bokong (daerah duduk), kaki bagian belakang, dan perineum; motorik otot kaki, anus (sphincter ani interna dan eksterna), kantung kemih, dan usus besar kiri.

Seberapa sering terjadi?

Tidak diketahui berapa banyak kasus SCE mengingat kasus ini adalah sindrom bukan kondisi tunggal sehingga biasanya dalam pencatatan oleh rumah sakit tidak diikutkan. Kelompok usia yang mengalami juga beragam dan tidak ada data menunjukkan lebih terdisposisi pada kelompok tertentu. Oleh karena itu, kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja.

Apa penyebabnya?

Apapun kondisi yang dapat menyebabkan gangguan fungsi CE menyebabkan SCE. Ternyata penyebab terbanyak bukanlah trauma atau kecelakaan, melainkan HNP lumbar (2-6% kasus). Stenosis (penyempitan) kanal vertebra lumbar juga dapat menekan CE. Penyebab umum lain meliputi tumor; abses akibat infeksi; kelainan kongenital seperti spina bifida, saraf spinal tertambat (tethered spinal cord), atau malformasi arteriovenal; hingga tanpa sebab jelas (idiopatik). Beberapa hal yang juga menyebabkan SCE tetapi jarang ditemukan antara lain perdarahan spinal; limfoma intravascular; lipoma; mutipel sklerosis; thrombosis (gumpalan darah) yang masuk ke vena spinal, hingga fusi tulang belakang (ankylosing spondylitis).

Apa gejala yang perlu dicurigai?

Kehilangan fungsi pada daerah atau organ yang dipersarafi CE dapat menjadi tanda SCE. Gejala tersebut terbagi atas tiga hal: gangguan sensoris, gangguan motoric sadar, dan gangguan motoric tidak sadar (otonom).

  • Gangguan sensoris: nyeri punggung bawah, baal dan nyeri di bokong menjalar ke kaki belakang (skiatika), kehilangan sensoris di daerah paha dalam-paha belakang-bokong-kaki bawah atau di area yang berkontak saat duduk di pelana (saddle anesthesia)
  • Gangguan motoric sadar: kesulitan berdiri karena kelemahan kaki baik sesisi atau dua sisi
  • Gangguan otonom: disfungsi seksual seperti disfungsi ereksi, gangguan usus besar, gangguan berkemih baik tidak mampu menahan (inkotinensia) atau mengeluarkan (retensi)
saddle anesthesia, gejala khas sindroma ekor kuda
Saddle anesthesia, gejala khas pada sindroma cauda equina di mana daerah yang duduk pada pelana kuda kehilangan kemampuan sensoris;
sumber: https://www.wikihow.com/Diagnose-Cauda-Equina-Syndrome

Bagaimana dokter mendiagnosis?

Setelah melalui anamnesis dan melihat riwayat kondisi Anda, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan meminta anda melakukan beberapa gerakan untuk menilai seberapa parah hambatan bergerak – berhubungan seberapa parah kompresi pada CE – dan kepekaan rangsang Anda. Jika dokter curiga dengan adanya infeksi, tes darah dan pengambilan cairan serebrospinal (LCS) diperlukan.

Pemeriksaan definitif dilakukan melalui MRI untuk melihat lokasi kompresi. Myelogram, pemeriksaan X-ray menggunakan kontras yang disuntikkan ke LCS juga dapat dilakukan. Pada kasus dicurigai trauma dan fraktur atau melibatkan gangguan pada vertebra akan dilakukan CT scan untuk melihat lebih jelas kondisi vertebra.

Bagaimana pilihan pengobatan yang tersedia?

Sindroma cauda equina dapat menjadi kondisi emergensi. Bila tidak ditangani segera dapat berakibat pada kehilangan fungsi secara permanen berujung pada kehilangan kontrol kantung kemih dan usus besar hingga paralisis (kelumpuhan) tubuh bagian bawah. Operasi menjadi satu-satunya cara untuk melepaskan tekanan pada saraf yang terdampak. Namun, penanganan SCE disesuaikan dengan penyebab. Nyeri yang Anda rasakan umumnya akan membutuhkan painkiller dosis tinggi. Jika disebabkan oleh infeksi antibiotik dibutuhkan, sedangkan tumor membutuhkan radioterapi atau kemoterapi. Semakin cepat terdeteksi, semakin baik prognosis penyembuhan dan semakin jauh Anda dari kerusakan permanen yang akan menjadi mimpi buruk.

Referensi:

  1. Robinson J. Cauda equina syndrome overview [Internet]. New York: WebMD; 2018 Nov 13 [cited 2019 Aug 3]. Available from: https://www.webmd.com/back-pain/guide/cauda-equina-syndrome-overview#1
  2. Illinois: American Association of Orthopedic Surgeons; 2014 Mar [cited 2019 Aug 3]. Available from: https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/cauda-equina-syndrome/
  3. Cauda equina syndrome [Internet]. Illinois: American Association of Neurological Surgeons; 2019 [cited 2019 Aug 3]. Available from: https://www.aans.org/en/Patients/Neurosurgical-Conditions-and-Treatments/Cauda-Equina-Syndrome
  4. Gardner A, Gardner E, Monkey T. Cauda equina syndrome: a review of the current clinical and medico-legal position. Eur Spine J. 2011 May; 20(5): 690-7. [cited 2019 Aug 3]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3082683/
  5. Dawodu ST. Cauda equina and conus medullaris syndromes [Internet]. New York: Medscape; 2018 Jun 14 [cited 2019 Aug 3]. Available from: https://emedicine.medscape.com/article/1148690-overview
  6. Cauda equina syndrome [Internet]. Southampton: University Hospital Southampton; 2018 Feb [cited 2019 Aug 3]. Available from: http://www.uhs.nhs.uk/Media/Controlleddocuments/Patientinformation/Brain-and-spine/Caudaequinasyndrome-patientinformation.pdf
  7. Tobler W. Cauda equina syndrome [Internet]. Ohio: Mayfield Clinic; 2018 [cited 2019 Aug 3]. Available from: https://mayfieldclinic.com/pe-caudaequina.htm

Leave a Reply

Close Menu