Sindrom Wallenberg: Rasa Baal pada Setengah Tubuh

Sindrom Wallenberg: Rasa Baal pada Setengah Tubuh

Ilustrasi stroke pada pembuluh darah otak.
Sumber: http://www.resilientbrain.org/stroke.html

Sindrom Wallenberg adalah kumpulan gejala neurologis yang disebabkan oleh strokepada pembuluh darah batang otak, lebih tepatnya pada bagian samping atau lateral dari medulla oblongata.Strokemerupakan berkurangnya aliran darah ke otak, yang pada kondisi ini, disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah karena adanya plak di dalam pembuluh darah tersebut. Bagian lateral dari medulla oblongatamendapatkan perfusi darah dan nutrisi oleh posterior inferior cerebellar artery(PICA). Sehingga, nama lain dari sindrom ini adalah lateral medullary syndromeatau posterior inferior cerebellar artery(PICA). Setiap tahunnya, ditemukan sekitar 60.000 kasus baru di Amerika Serikat. 

            Kumpulan gejala neurologis ini pertama kali dideskripsikan pada tahun 1895 oleh Adolf Wallenberg pada salah satu pasiennya. Gejala neurologis yang dialami oleh pasien ini terutama merupakan kehilangan fungsi sensoris, seperti rasa nyeri dan temperatur, pada batang tubuh dan ekstremitas (lengan dan kaki) pasien. Penurunan fungsi sensoris hanya terjadi pada setengah tubuh, yaitu pada salah satu sisi batang tubuh dan ekstremitas. Selain itu, kehilangan fungsi sensoris juga terjadi pada salah satu sisi wajah. Hal yang perlu diperhatikan adalah sisi yang mengalami gangguan fungsi sensoris pada batang tubuh dan ekstremitas adalah sisi yang sama, sedangkan pada wajah, akan ditemukan sisi yang berbeda. Penentuan sisi yang mengalami gangguan berdasarkan sisi batang otak yang mengalami stroke. Jika terjadi strokepada sisi kiri batang otak, maka gangguan fungsi sensoris akan ditemukan pada sisi kiri wajah dan sisi kanan batang tubuh dan ekstremitas. 

            Seperti yang sudah dijelaskan di atas, penyebab dari kumpulan gangguan neurologis pada sindrom ini adalah penyempitan pembuluh darah PICA. Pembuluh darah ini berfungsi untuk menghantarkan darah kaya oksigen dan nutrisi kepada bagian lateral dari medulla oblongata. Penyempitan pembuluh darah yang berujung pada stroke, disebabkan oleh adanya plak. Plak ini terbentuk dalam proses yang cukup lama dan tersusun oleh kolesterol LDL. Penimbunan plak diperparah oleh beberapa faktor risiko, seperti usia, kebiasaan merokok, gula darah tinggi, dan lain-lain. 

            Gejala neurologis yang dialami oleh pasien dengan sindrom Wallenberg menyerupai gejala pada kasus stroke lainnya. Gejala yang umum ditemui adalah pusing dengan vertigo, kehilangan keseimbangan, suara serak, dan kesulitan menelan. Fungsi dari bagian lateral dari medulla oblongataberagam, sehingga kelemahan neurologis yang ditemukan pada pasien dengan sindrom ini juga beragam. Jarang sekali akan ditemukan pasien dengan semua gejala sindrom Wallenberg, tetapi kelemahan sensoris pada salah satu sisi batang tubuh, ekstremitas, dan wajah, cukup membuat dokter untuk curiga adanya strokepada pembuluh darah PICA. 

Kombinasi gejala neurologis pada sindrom Wallenberg, berdasarkan sisi batang otak yang mengalami stroke:

  • Sisi yang sama:
    • Vertigo dengan mata yang bergetar (nystagmus)
    • Kesulitan menelan dan berbicara
    • Kehilangan koordinasi ekstremitas dan keseimbangan
    • Rasa baal pada wajah
    • Kehilangan indra perasa lidah
  • Sisi yang berlawanan:
    • Kehilangan fungsi sensoris pada batang tubuh dan ekstremitas

            Diagnosis sindrom ini biasanya cukup dengan mengenali gejala-gejala khasnya. Kemudian, untuk membantu menegakkan diagnosis dapat dilakukan pemeriksaan dengan MRI (mangetic resonance imaging) atau CT angiographyuntuk menentukan posisi terjadinya stroke. Prinsip tatalaksana dari semua kasus strokeadalah sama, yaitu penanganan yang cepat dan tepat. Setelah diagnosis ditegakkan, pasien dapat diberikan obat melalui pembuluh darah vena. Obat tersebut berfungsi untuk memecahkan plak dan memulihkan aliran darah ke medulla oblongata. Pilihan lain adalah dengan menggunakan alat untuk masuk ke pembuluh darah yang mengalami penyempitan dan membuka penyempitan dari dalam pembuluh darah tersebut. Kemudian, pasien akan dipantau di dalam ruang ICU dan mengikuti rangkaian rehabilitasi medik untuk memulihkan kualitas hidupnya. 

Referensi:

  1. Lui F, Tadi P, Anilkumar AC. Wallenberg syndrome [Internet]. StatPearls; 2019 Jun 4 [cited on 2019 Aug 7]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470174/
  2. Hoffman H. Wallenberg syndrome (PICA syndrome or lateral medullary infarction) [Internet]. Iowa City: Department of Otolaryngology University of Iowa; 2019 Apr 9 [cited on 2019 Aug 7]. Available from: https://medicine.uiowa.edu/iowaprotocols/wallenberg-syndrome-pica-syndrome-lateral-medullary-infarction
  3. Lateral medullary syndrome (wallenberg syndrome) [Internet]. The Internet Stroke Center; 2019 [cited on 2019 Aug 7]. Available from: http://www.strokecenter.org/professionals/stroke-diagnosis/stroke-syndromes/lateral-medullary-syndrome-wallenberg-syndrome/

Leave a Reply

Close Menu