Neuroma Akustik: Si Tumor Pengganggu Pendengaran

Neuroma Akustik: Si Tumor Pengganggu Pendengaran

Neuroma akustik, atau yang biasa disebut juga vestibular schwannoma, merupakan suatu tumor jinak yang berkembang dari sel Schwann yang berfungsi melapisi neuron. Tumor ini sebenarnya termasuk jenis tumor yang cukup jarang terjadi, sehingga tak heran jika istilah ini terdengar asing bagi orang awam. Kasus yang terdiagnosis berkisar antara 0,7–1,0 kasus per 100,000 orang, namun diperkirakan dapat bertambah seiring dengan kemampuan mendiagnosis tumor kecil dengan MRI. Dari kasus-kasus tumor intrakranial yang termanifestasi secara klinis, sekitar 8% di antaranya disebabkan oleh tumor jenis ini. Secara umum, neuroma akustik cenderung ditemukan pada pasien dengan usia 40 hingga 60 tahun.

Sumber: https://newsnetwork.mayoclinic.org/discussion/mayo-clinic-q-and-a-acoustic-neuroma-to-treat-or-not-to-treat/

Apa yang jenis-jenis neuroma akustik?

Neuroma akustik diklasifikasikan menjadi 2 jenis utama: neuroma akustik unilateral dan bilateral.

  • Neuroma akustik unilateral –  tipe ini hanya menyerang satu telinga saja. Jenis ini merupakan jenis neuroma akustik yang paling sering terjadi.
  • Neuroma akustik bilateral – tipe ini menyerang kedua telinga, dan biasanya disebabkan oleh kelainan genetik neurofibromatosis tipe II.

Apa yang menyebabkan neuroma akustik?

  • Radiasi pada leher atau wajah dapat membuat seseorang berisiko terkena neuroma akustik beberapa tahun kemudian
  • Paparan terhadap suara yang keras secara terus-menerus
  • Neurofibromatosis tipe 2, yang disebabkan oleh kelainan pada kromosom 22, menyebabkan neuroma akustik yang bilateral

Apa saja gejala-gejala dari neuroma akustik?

Tumor ini biasanya tumbuh berdekatan dan dapat menekan saraf vestibulokoklear pada telinga dalam yang mengatur pendengaran dan keseimbangan seseorang. Umumnya, tumor ini bertumbuh dengan lambat, walau dalam beberapa kasus tertentu, pertumbuhannya dapat pula menjadi sangat cepat. Tumor dapat membesar hingga menekan nervus trigeminal dan nervus facialis yang mengatur sensorik dan motorik wajah. Gejala-gejalanya yang umum terjadi adalah sebagai berikut:

  • Kehilangan pendengaran
  • Tinnitus – telinga berdenging, yaitu seakan mendengar suara dari dalam kepala
  • Pusing, vertigo, atau gangguan keseimbangan

Pada kasus tumor yang besar, biasanya pada tahap lanjut, dapat pula terjadi:

  • Mati rasa pada wajah
  • Kelemahan pada satu sisi wajah
  • Sakit kepala
  • Ataksia, kelainan gait (cara berjalan)

Jika terjadi gejala-gejala di atas, harap segera memeriksakan diri ke dokter untuk diagnosis lebih lanjut.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis neuroma akustik?

Prosedur diagnosis mencakup pemeriksaan telinga dan pendengaran, serta pemeriksaan lebih lanjut dengan pencitraan kepala. Tes pendengaran atau audiometri biasanya merupakan tes pertama yang dilakukan dokter untuk memeriksa kemampuan pasien mendengar suara dan ucapan. Tes ini juga berguna untuk membedakan apakah gangguan pendengaran bersifat sensorineural (disebabkan gangguan pada saraf atau koklea) atau konduktif (gangguan pada gendang telinga atau tulang pendengaran). Pada tes ini, pasien diminta untuk mengenakan earphone khusus yang akan mengeluarkan suara dengan frekuensi dan volume tertentu, dan respons pasien akan dicatat.

Untuk konfirmasi diagnosis, dokter akan menyarankan pencitraan kepala dengan MRI (magnetic resonance imaging). Pemeriksaan ini dapat mendeteksi tumor dengan diameter sekecil 1–2 mm. CT-scan juga dapat digunakan, namun kemampuannya mendeteksi tumor ukuran kecil lebih rendah daripada MRI.

Jadi, bagaimana tatalaksananya?

Tatalaksana neuroma akustik dapat dilakukan dengan 3 cara: observasi untuk beberapa waktu, menghentikan pertumbuhan tumor dengan terapi radiasi stereotactic, ataupun dengan tindakan operasi untuk mengangkat tumor. Terapi yang dipilih bergantung pada kondisi pasien, usia, dan ukuran tumor.

Observasi tanpa tindakan biasanya dilakukan untuk pasien yang berusia lanjut, pasien dengan komorbiditas yang tidak memungkinkan untuk dioperasi, ataupun pasien dengan ukuran tumor yang sangat kecil dan pendengarannya masih baik.

Terapi radiasi merupakan tindakan alternatif yang dilakukan dengan menghantarkan radiasi dalam dosis tertentu tepat langsung ke lokasi tumor. Cara demikian akan memfokuskan radiasi ke target tumor, sehingga meminimalkan paparan radiasi ke jaringan yang lain. Namun, terapi ini tidak disarankan untuk ukuran tumor yang besar, karena kemungkinan tumor dapat gagal dieliminasi secara total.

Tindakan operasi tetap merupakan pilihan utama untuk mengangkat tumor seluruhnya. Namun, operasi tumor yang besar berpotensi untuk menimbulkan beberapa komplikasi, yaitu kerusakan pada saraf vestibulokoklear dan juga saraf-saraf wajah. Oleh sebab itu, pilihan terapi perlu dipertimbangkan dengan tepat oleh dokter.

Referensi

  1. Acoustic Neuroma (Vestibular Schwannoma) [Internet]. 2019 [cited 6 August 2019]. Available from: https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/brain-tumor/vestibular-schwannoma
  2. Greene J, Al-Dhahir M. Acoustic Neuroma (Vestibular Schwannoma) [Internet]. Ncbi.nlm.nih.gov. 2019 [cited 6 August 2019]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470177/
  3. Acoustic Neuroma: Practice Essentials, History of the Procedure, Epidemiology [Internet]. Emedicine.medscape.com. 2019 [cited 6 August 2019]. Available from: https://emedicine.medscape.com/article/882876-overview#a1
  4. Acoustic neuroma (vestibular schwannoma) [Internet]. nhs.uk. 2019 [cited 6 August 2019]. Available from: https://www.nhs.uk/conditions/acoustic-neuroma/

Leave a Reply

Close Menu