Low Back Pain: Bedah Terbuka hingga Mikro

Low Back Pain atau yang biasa disebut sakit pinggang merupakan keluhan yang sering dirasakan terutama oleh orang lanjut usia. Beberapa tata laksana dapat dilakukan baik dari segi pendekatan psikososial maupun segi medis. Secara medis, tata laksana dapat dilakukan dengan pemberian obat maupun pembedahan.

Keluhan Low Back Pain disebabkan oleh berbagai macam penyakit. Penyakit tersebut dapat berasal dari tulang belakang itu sendiri atau dari organ lain seperti ginjal. Beberapa penyakit penyebab Low Back Pain yang berasal dari tulang belakang itu sendiri meliputi diskitis, herniasi nukleus pulposus (HNP), dan ankylosing spondylitis. Sedangkan, penyakit organ dalam yang dapat menyebabkan Low Back Pain meliputi batu ginjal, aneurisma aorta, dan metastasis keganasan. Oleh karena itu, diagnosis secara komprehensif diperlukan untuk memastikan indikasi pembedahan.

Rasa nyeri yang dirasakan pada area pinggang yang berasal dari organ dalam biasanya disebabkan oleh adanya inflamasi pada organ di area tersebut. Namun, untuk nyeri yang berasal dari tulang belakang sendiri biasanya terjadi karena adanya himpitan serabut saraf. Himpitan tersebut dapat disebabkan oleh adanya heniasi nukleus pulposus, hipertrofi diskus, metastasis, atau sebab lain. Oleh karena itu, teknik pembedahan biasanya dilakukan untuk membebaskan saraf yang terhimpit tersebut.

Image result for herniated nucleus pulposus

Herniasi Nukleus Pulposus
Sumber: Spine Glossary

Diagnosis komprehensif yang perlu dilakukan pada pasien dengan Low Back Pain meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Anamnesis dilakuakn untuk melihat riwayat nyeri seperti penyebab, onset, dan interval nyeri. Selain itu, riwayat trauma dan pengobatan juga perlu ditanyakan untuk memsatikan etiologi. Sedangkan, pemeriksaan fisik perlu dilakukan untuk penegakan bahwa penyebab Low Back Pain benar-benar berasal dari tulang belakang. Pemeriksaan fisik untuk menilai deep tendon reflex, sensasi, dan kekuatan otot. Degenerasi saraf biasanya terjadi bila Low Back Pain berasal dari tulang belakang.

Pemeriksaan penunjang yang dilakukan dapat meliputi pemeriksaan laboratorium, radiografi, dan penilaian fisiologis. Pemeriksaan laboratorium seperti hitung darah lengkap, laju endap eritrosit, dan beberapa tes spesifik berperan dalam penentuan adanya keganasan pada pasien. Sedangkan, pemeriksaan radiografi yang meliputi foto polos, CT-Scan, dan MRI berperan dalam memastikan adanya kompresi pada saraf dan penentuan lokasinya. Penilaian fisiologis perlu dilakukan untuk membedakan neuropati perifer dari radikulopati atau miopati.

Teknik pembedahan yang dilakukan untuk membebaskan Low Back Pain adalah teknik dekompresi yang meliputi laminektomi, foraminotomi, diskektomi, disc replacement, dan fusi spinal. Teknik ini memiliki prinsip penambahan ruang saraf spinal untuk menurunkan tekanan sehingga nyeri dapat teratasi. Laminektomi merupakan teknik berupa pengangkatan bagian tulang belakang yang disebut lamina, taji tulang, atau ligamen sehingga ruang unutk saraf spinal lebih luas. Sedangkan, foraminotomi adalah pengangkatan tulang pada area samping tulang belakang untuk memperbesar ruang tempat keluar saraf dari spinal.

Pada diskektomi, pengangkatan diskus intervertebral, bantalan antar tulang belakang, dilakukan jika diskus tersebut mengalami herniasi atau slip sehingga menekan saraf yang menyebabkan Low Back Pain. Diskektomi dapat dilakukan dengan metode bedah terbuka atau dengan bedah minim invasif yang disebut mikrodiskektomi. Sedangkan, pada disc replacement, diskus intervertebral yang mengalami kelainan atau kerusakan diangkat dan diganti dengan diskus artifisial. Metode terakhir dan yang paling umum dilakukan adalah metode fusi vertebra. Metode ini dilakukan dengan menambahkan tulang pada persendian yang nyeri untuk meminimalisasi pergerakan pada area tersebut. Selain itu, hal ini juga mengurangi pergerakan pada area vertebra sehingga mengurangi peregangan saraf spinal dan nyeri akan menjadi lebih ringan.

Pada suatu studi prospektif yang dilakukan di Amerika Serikat, pemulihan awal terjadi lebih cepat pada kelompok pasien herniasi nukleus pulposus dengan tata laksana pembedahan. Namun, hasil 4 tahun dan 10 tahun menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antara kelompok pasien bedah dan non bedah. Hal ini sejalan dengan penelitian lain yang menunjukkan bahwa tata laksana pembedahan relative lebih baik, tetapi tidak berbeda secara statistik. Hasil yang sama juga ditemukan pada penyakit lain sepeti degenerative spondylolisthesis, dan stenosis spinal.

Referensi:

  1. Hayashi Y. Classification, Diagnosis, and Treatment of Low Back Pain. JMAJ.2004;47(5):227-33.
  2. Surgical Treatment Options for Back Pain [internet].IL: Illinois Bone and Joint Institute;2016 [updated Feb 4 2016; cited Jul 30 2019]. Available from https://www.ibji.com/surgical-treatment-options-for-back-pain/.

Leave a Reply

Close Menu