Glioblastoma: Tumor Acak-acakan Pembuat Berantakan

Glioblastoma: Tumor Acak-acakan Pembuat Berantakan

Tidak ada yang kebal terhadap kanker otak, termasuk glioblastoma. Mereka dengan otot kekar seperti Agung Hercules dibuat kurus. Mereka yang berpangkat seperti Senator Amerika Ted Kennedy digerus.

Apa itu glioblastoma?

Glioblastoma merupakan bagian dari jenis tumor otak glioma, tumor sel-sel glia (sel neuron bukan penghantar sinyal). Glioma sendiri terdiri atas dua tingkatan: derajat rendah dan derajat tinggi. Glioblastoma berada bersama anaplastik oligodendroma sebagai glioma derajat tinggi (derajat IV atau malignan). Disebut juga sebagai glioblastoma multiform (GBM) karena bentuknya yang berantakan akibat terbentuk dari diferensiasi buruk sel glia – astrosit dan oligodendrosit –, sel pembuluh darah, hingga jaringan mati (nekrosis), tumor ini sangat invasif dan mudah menyebar. Kasus penyebaran ke luar otak sangat jarang, tetapi kemungkinan untuk menyebar dari hemisfer satu ke lainnya cukup tinggi, yaitu 50%. Lokasi tumor dapat terbentuk di seluruh otak, tetapi umunya terjadi di lobus temporal (31%).

Glioblastoma
Ilustrasi Tumor Otak Glioblastoma;
sumber: https://www.webmd.com/cancer/brain-cancer/ss/slideshow-brain-cancer

Apa yang terjadi pada Agung Hercules dan kebanyakan orang adalah GBM tipe de novo (primer), yaitu tipe yang terjadi begitu saja pada derajat tinggi (IV) tanpa ada perkembangan dari derajat yang lebih redah (sekunder). Tipe de novo memberikan prognosis yang lebih buruk, lebih agresif dibandingkan tipe sekunder yang biasanya diawali astrositoma (derjat II/III).

Seberapa sering terjadi?

Indonesia belum memiliki data yang komprehensif mengenai kasus GBM nasional. Bahkan AS masih berbeda soal data. American Brain Tumor Association (ABTA) menunjukkan GBM mencakup 15% dari keseluruhan tumor primer otak, National Cancer Institution memberikan angka 52% dari keseluruhan tumor primer otak dan 17% dari keseluruhan tumor otak baik primer maupun sekunder. Angka kejadian GBM berkisar 2-3 kasus per 100.000 orang dewasa dengan mortalitas cukup tinggi, mencapai lebih dari 50% di AS. Penderitanya lebih didominasi laki-laki dan umumnya terjadi pada orang dewasa dengan usia tengah 64 tahun (45-70 tahun). Tumor ini hampir tidak diturunkan kecuali seseorang menderita sindrom genetic turunan.

Apa penyebabnya?

Tentu GBM diawali dari mutase DNA. Penyebab jelasnya masih sangat beragam tetapi beberapa hal dapat menjadi factor risiko: sindrom genetic (Turcot, Li-Fraumeni, dan neurofibromatosis 1) dan radiasi tinggi di sekitar kepala dan leher dalam jangka waktu lama.

Apa gejala yang perlu dicurigai?

Peningkatan volume otak dengan membesarnya tumor akan mengakibatkan peningkatan tekanan intracranial (TIK) karena tengkorak (cranium) tidak dapat mengembang mengikuti penambahan volume. Maka salah satu gejala utama adalah sakit kepala berkelanjutan, mual, muntah proyektil, pandangan ganda, dan dapat terjadi kejang. Lokasi tumor menentukan gejala bergantung fungsi bagian otak yang terpengaruh sehingga gejala dapat beragam mulai dari gangguan bicara, berjalan, keseimbangan, kelemahan wajah, kongnisi, dan kepribadian. Jika Anda mengamati kondisi tersebut tanpa sebab yang jelas dan tiba-tiba ditambah dengan penurunan berat badan dan nafsu makan, segera pergi ke dokter karena progresi GBM dapat berlangsung cepat (< 3 bulan).

Bagaimana dokter mendiagnosis?

Radiologi menjadi pilihan diagnosis antara lain CT scan, MRI, maupun PET scan dan magnetic resonance spectroscopy (MRS). Untuk menentukan derajat tumor biasanya dokter menggunakan MRI untuk membantu menentukan lokasi biopsy dan pembedahan tumor. PET scan digunakan untuk mendeteksi kambuhnya tumor, sedangkan MRS (jarang) digunakan untuk menilai profil kimia tumor.

Bagaimana pilihan pengobatan yang tersedia?

Hampir tidak ada pengobatan definitif untuk pasien GBM. Sebagian besar pasien jika mendapatkan penanganan yang baik akan bertahan dalam waktu 11-15 bulan. Terapi kombinasi antar radioterapi, kemoterapi, dan pembedahan merupakan kunci keberhasilan. Pengangkatan tumor diperlukan untuk menurunkan TIK dan mencegah penyebaran tumor. Pengangkatan ini harus menghindari mencederai daerah sekitar yang memiliki fungsi penting. Oleh karena itu selama operasi dokter akan dipandu oleh computer untuk menghindari daerah (korteks) otak penting.

Pengobatan dengan radiasi dan obat-obatan harus dilakukan karena tumor tidak dapat diangkat seluruhnya mengingat bentuk GBM yang bermigrasi dan menginfiltrasi daerah sekitar seperti tentakel. Radiasi dilakukan setelah luka operasi sembuh untuk membunuh tumor tersisa, meskipun ikut membunuh sel sehat. Namun, sel sehat akan memperbaiki diri. Radioterapi umumnya dilakukan sebanyak 10-30 kali. Dosis pengobatan bergantung pada beberapa kondisi genetic, molekuler, jenis tumor dan usia pasien.

Kemoterapi yang sudah terstandar untuk digunakan adalah temozolomide yang dikonsumsi setiap hari selama radioterapi berlanjut hingga 12 siklus setelah terapi. Satu siklus adalah 28 hari (5 hari makan, 23 hari tidak). Untuk kasus rekurensi dapat dilakukan radiosurgery. Pengobatan yang maksimal dan diagnosis dini yang tepat dapat memberikan prognosis yang lebih baik hingga 27-31 bulan. Namun, kembali diskusikan dengan dokter anda pengobatan yang terbaik dan pencegahan akan lebih baik dari mengobati.

Referensi:

  1. Glioblastoma multiforme [Internet]. Illinois: American Association of Neurological Surgeons; 2019 [cited 2019 Jul 27]. Available from: https://www.aans.org/en/Patients/Neurosurgical-Conditions-and-Treatments/Glioblastoma-Multiforme
  2. Komite Penanggulangan Kanker Nasional. Pedoman nasional pelayanan kedokteran tumor otak. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2017.
  3. Komite Penanggulangan Kanker Nasional. Pedoman nasional pelayanan kedokteran tumor otak. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2017.
  4. Glioblastoma (GBM) [Internet]. Illinois: American Brain Tumor Association; 2019 [cited 2019 Jul 27]. Available from: https://www.abta.org/tumor_types/glioblastoma-gbm/
  5. Bruce JN, Engelhard HH, Kennedy BC. Glioblastoma multiforme [Internet]. New York: Medscape; 2019 Jul 1 [cited 2019 Jul 27]. Available from: https://emedicine.medscape.com/article/283252-overview#a1

Leave a Reply

Close Menu