Cincin Pecah yang Buat Saraf Kejepit

Cincin Pecah yang Buat Saraf Kejepit

Banyak sekali iklan-iklan di televisi mengenai apa yang kita kenal sebagai saraf kejepit yang dalam bahasa medis dikenal sebagai hernia nucleus pulposus (HNP). Menyakitkan, menghambat pergerakan, dan melumpuhkan jika tidak ada penanganan lebih lanjut.

Apa itu HNP?

Hernia secara sederhana adalah kondisi dimana organ tidak berada di lokasi seharusnya, tetapi menjulu keluar dari lokasinya. Memahami HNP akan lebih mudah saat kita memahami anatomi tulang belakang dan medulla spinalis. Manusia memiliki 33 ruas tulang belakang: leher (servikal), punggung (thoracal), pinggang (lumbar), sacral, dan coccygeal. Setiap ruas vertebra kecuali coccygeal memiliki kanal yang akan diisi oleh medulla spinalis yang merupakan saraf tulang belakang. Vertebra satu dengan lainnya dihubungan oleh ligament dan otot, dipisahkan satu dengan lainnya oleh bantalan yang bernama diskus intervertebralis (DIV). Bantalan ini berfungsi sebagai peredam gesekan dan hentakan (shock absorber) agar tekanan pada tulang belakang tidak terlalu besar. Mengingat fungsi tersebut, DIV tersusun atas lempeng tulang rawan dan struktur serat kolagen yang tersusun menjadi dua bagian: bagian luar disebut cincin annulus fibrosus (AF) dan bagian dalam yang disebut nucleus pulposus (NP).

Pada saat DIV tidak dapat menahan tekanan besar baik secara akumulatif maupun tiba-tiba, struktur AF akan sobek akibat terdorong oleh NP yang menjulur keluar. Mudahnya seperti menekan sebuah balon (AF) berisi air (NP) kemudian balon itu pecah dan air itu keluar. Inilah yang terjadi pada HNP yang menyebabkan nyeri di lokasi HNP akibat tekanan pada saraf yang ada di kanal vertebra. Kondisi ini umumnya menekan akar (radiks) saraf karena HNP cenderung menjulur ke sisi luar (miring, tidak lurus), meskipun penekanan ke tengah juga dapat terjadi.

Seberapa sering terjadi?

Tidak ada data jelas mengenai jumlah kasus HNP di Indonesia. Kondisi ini dapat terjadi di setiap bagian vertebra, tetapi 95% terjadi di daerah lumbal (L4-L5) hingga persendian lumbal-sacral (L5-S1). Hernia nucleus pulposus terjadi pada 5-20 orang per 1000 populasi setiap tahunnya di Amerika, sekitar 1-2% populasi total. Data di negara berkembang menunjukkan kasus HNP terjadi pada 15-20% populasi. Umumnya mulai menyerang kelompok usia di atas 30 tahun dan 2 kali lebih banyk terjadi pada laki-laki. Pada pasien usia 30-an nyeri akan lebih menyakitkan dibandingkan usia di atas 50 tahun, sedangkan kekakuan gerak terjadi sebaliknya.

Apa penyebabnya?

Tidak ada penyebab tunggal HNP, kecuali pada kondisi trauma dimana terjadi tekanan secara tiba-tiba dalam jumlah besar. Beberapa factor risiko antara lain adalah usia mengingat proses degenerasi pada DIV yang menyebabkan semakin sedikitnya serat kolagen pada AF sehingga menjadi lebih rapuh. Postur tubuh yang tidak baik, menghabiskan lebih dari 50% waktu kerja dengan posisi duduk, rutinitas mengangkat beban berat dengan cara yang salah, otot tulang belakang yang lemah, obesitas, hingga merokok juga ikut berperan dalam HNP.

Apa gejala yang perlu dicurigai?

Ketika Anda mengalami nyeri pinggang, nyeri punggung, atau nyeri leher yang tidak termodifikasi oleh gerakan dan posisi ini dapat menjadi tanda terjadinya HNP. Nyeri punggung bawah adalah yang paling umum dirasakan khususnya skiatika. Skiatika adalah nyeri yang terasa menusuk di daerah bokong menjalar ke kaki bagian belakang di sisi yang sama. HNP di daerah pinggang juga memunculkan kelemahan otot kaki, kelihangan kemampuan sensoris, hingga kadang gangguan motilitas pencernaan karena terjadi sindrom cauda equina. Jika HNP terjadi di daerah leher, nyeri leher, bahu, hingga menjalar ke lengan dengan rasa terbakar atau kehilangan kemampuan sensoris akan muncul. Segera pergi ke dokter untuk memeriksakan kondisi Anda

keterangan saraf kejepit alias hernia nucleus pulposus
Herniasi nucleus pulposus, terlihat penjuluran NP (hijau) ke arah pinggir belakang, AF (pink) pecah, dan tanda skiatik;
sumber: https://mediaindonesia.com/read/detail/64319-bedah-sayatan-kecil-atasi-saraf-terjepit

Bagaimana dokter mendiagnosis?

Dokter akan menanyakan riwayat keluhan Anda dan mencari informasi mengenai kebiasan dan kegiatan Anda. Penting untuk diketahui jenis nyeri, asal, penjalaran, lama, dan apakah termodifikasi gerak. Pemeriksaan fisik akan dilakukan dan Anda akan diminta untuk menggerakkan bagian tubuh tertentu. Untuk kecurigaan HNP daerah lumbal dokter akan melakukan straight leg raise test dan crossed straight leg raise test dimana Anda akan diminta mengangkat kaki sambil berbaring. Bla terdapat beberapa kondisi neurologis abnormal, dokter dapat meminta melakukan X-ray, CT scan konvensional, CT myelogram atau MRI. Jika operasi diindikasikan, MRI akan berperan dalam menentukan lokasi HNP dan memandu operasi

Bagaimana pilihan pengobatan yang tersedia?

Sebanyak 85% pasien HNP akut akan membaik dalam 8-12 minggu tanpa pengobatan. Keparahan dan rekurensi kejadian menentukan bagaimana pengobatan yang akan dilakukan. Hampir sebagian besar pasien hanya perlu penanganan konvensional dengan obat-obatan Pereda nyeri, anti-inflamasi, relaksan otot dan fisioterapi. Perbaikan postur, peregangan, kompres air dingin selama 20 menit, dan istirahat cukup (bukan tirah baring/bed rest terus menerus) dapat menjadi terapi non operasi. Aktivitas fisik biasanya dibatasi terutama membungkuk, mengangkat beban, berdiri dan duduk terlalu lama, memperkuat otot punggung dan perut, hingga menghindari gerakan tiba-tiba.

Bila obat-obatan oral tidak memperbaiki kondisi, injeksi anti-inflamasi epidural dapat dilakukan. Namun, saat semua hal di atas gagal, operasi menjadi pilihan. Terdapat banyak pilihan operasi, baik operasi konvensional maupun teknik baru yang dikenal sebagai endoscopic spine surgery (ESS), sebuah teknik invasif minimal. Pembahasan mengenai pengoabtan HNP lebih lanjut dibahas di artikel pengoabtan HNP. Secara umum terdapat lima prosedur operasi untuk mengobati HNP:

  1. Artificial disc surgery: mengganti DIV dengan material buatan
  2. Laminectomy: memotong lamina (busur vertebra)
  3. Discectomy: memotong NP yang menjulur
  4. Laminotomy: melubangi lamina
  5. Fusi spinal: melakukan graf tulang ke vertebra untuk menyangga vertebra agar tidakada tekanan berlebihan pada DIV
  6. Kemonukleosis: mencairkan NP dengan zat kimia

Perkembangan teknologi menjadi ESS sebagai prosedur favorit, selain karena hasil yang sama baiknya dengan oeprasi konvensional, penyembuhan jauh lebih cepat dengan nyeri lebih rendah. Namun, mengingat sebagian besar saraf kejepit tidak memerlukan operasi, jangan takut. Terlebih lagi hal ini dapat dicegah dengan hal sederhana: mulainya pola hidup yang baik dan postur tubuh yang benar saat beraktivitas.

Referensi:

  1. Nyeri pinggang dan herniated nucleus pulposus (HNP) [Internet]. Surabaya: PDPersi; 2012 Jun 21 [cited 2019 Aug 2]. Available from: http://www.pdpersi.co.id/content/news.php?mid=5&nid=839&catid=9
  2. Herniated disc [Internet]. Illinois: American Association of Neurological Surgeons; 2019 [cited 2019 Aug 2]. Available from: https://www.aans.org/en/Patients/Neurosurgical-Conditions-and-Treatments/Herniated-Disc
  3. Slipped disc [Internet]. London: National Health Service; 2018 Jan 17 [cited 2019 Aug 2]. Available from: https://www.nhs.uk/conditions/slipped-disc/
  4. Herniated disk [Internet]. Maryland: MedlinePlus; 2019[cited 2019 Aug 2]. Available from: https://medlineplus.gov/herniateddisk.html
  5. Gossman W, Massa RN. Disc herniation. Treasure Island: StatPearls Publishing; 2019. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441822/
  6. Herniated disk [Internet]. Illinois: American Association of Orthopedic Surgeons; 2012 Nov [cited 2012]. Available from: https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/herniated-disk/
  7. Gautam D. Herniated nucleus pulposus [Internet]. New York: Medscape; 2019 May 20 [cited 2019 Aug 2]. Available from: https://emedicine.medscape.com/article/1263961-overview
  8. Ikhsanawati A, Tiksnadi B, Soenggono A, Hidajat NN. Herniated nucleus pulposus in Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung Indonesia. Althea Medical Journal. 2015 Nov; 2(2): 179-85.

Leave a Reply

Close Menu