Blok Saraf Trigeminal: Mengobati Neuralgia Trigeminal dengan Bius Lokal

Blok Saraf Trigeminal: Mengobati Neuralgia Trigeminal dengan Bius Lokal

Neuralgia trigeminal (tic douloureux) merupakan penyebab nyeri wajah yang paling sering dan seringkali menyebabkan penurunan kemampuan beraktivitas dan kualitas hidup

The Johns Hopkins University, 2019
neuralgia trigeminal

Neuralgia trigeminal; Sumber: Lee Health

Sekilas tentang Neuralgia Trigeminal

Neuralgia trigeminal merupakan kondisi nyeri wajah berat yang mendadak dan menyebabkan seseorang tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari akibat aktivasi saraf nyeri pada saraf trigeminal, yaitu saraf ke-5 dari 12 saraf kranial. Bagian yang terdampak dari nyeri saraf trigeminal adalah rahang (atas dan bawah) serta pipi–seringkali berdampak hanya pada salah satu sisi. Nyeri pada neuralgia trigeminal dapat dibedakan dengan nyeri wajah lain, dan memiliki ciri-ciri seperti ditusuk, nyeri pedih, atau sensasi tersengat yang sangat parah sehingga menyebabkan ketidakmampuan untuk makan ataupun minum. Penyakit ini dapat disebabkan karena pembuluh darah yang menekan saraf trigeminal sehingga menyebabkan degenerasi pada pembungkus saraf (selubung mielin). Akibatnya, saraf trigeminal menjadi ter-ekspos dan sangat sensitif terhadap rangsangan. Selain dilatasi pembuluh darah, sklerosis multipel dan tumor juga dapat menekan saraf trigeminal.

Neuralgia trigeminal dapat ditangani dengan obat-obatan untuk meredakan nyeri, operasi untuk mengurangi tekanan ke saraf trigeminal, baik secara konvensional maupun dengan radiosurgery. Tindakan operatif konvensional pada neuralgia trigeminal meliputi prosedur ablasi, kraniotomi, dekompresi mikrovaskular, hingga blok saraf trigeminal (perifer)

Blok Saraf Trigeminal

Blok saraf trigeminal merupakan salah satu teknik bius lokal (blok saraf perifer) dengan menyuntikan obat-obatan untuk meredakan nyeri wajah. Seperti yang telah diketahui, saraf trigeminal berperan dalam sensasi mengunyah, menggigit, dan menelan. Prosedur ini diawali dengan penyuntikan obat-obatan anti-nyeri secara intravena (ke pembuluh darah). Setelah itu, pasien akan dibaringkan pada meja sinar X (x-ray) sebagai pemandu penempatan jarum. Tenaga medis akan memasukkan benang tipis pada sisi wajah dan menyuntikan obat anestesi. Panduan sinar X diperlukan untuk memasukkan benang kedua dan menyuntikan obat-obatan anti-nyeri steroid. Prosedur ini membutuhkan waktu kurang dari 30 menit dan tidak memerlukan rawat inap.

Blok saraf trigeminal terbukti efektif untuk mengurangi rasa sakit pada wajah secara akut, namun nyeri dapat kembali beberapa jam kemudian setelah obat anestesi berhenti bekerja. Dalam jangka waktu 2 hingga 3 hari, nyeri dapat mereda karena kerja steroid. Efek pereda nyeri pada prosedur ini bervariasi dari beberapa hari hingga beberapa minggu, sehingga diperlukan prosedur berulang. Dalam jangka panjang, efek pereda nyeri akan berlangsung lebih lama pada setiap terapi karena sensitivitas saraf akan berkurang. Meskipun risiko komplikasi pada prosedur blok saraf trigeminal terbilang rendah, luka, bengkak, dan rasa sakit pada tempat penyuntikan dapat terjadi. Komplikasi berat seperti perdarahan, infeksi, dan kerusakan saraf jarang terjadi. Selain itu, efek samping seperti kesulitan mengunyah dan menelan serta rasa baal pada wajah dapat terjadi, dan umumnya mereda dalam beberapa jam.

Referensi

  1. Trigeminal neuralgia [Internet]. Maryland: The Johns Hopkins University; 2019 [cited 2019 Jun 3]. Available from:https://www.hopkinsmedicine.org/
  2. Trigeminal nerve block [Internet]. Ohio: Cleveland Clinic; 2019 [cited 2019 Jun 3]. Available from: https://my.clevelandclinic.org/

Leave a Reply

Close Menu