Benarkah Operasi Tumor Otak Bisa Lewat Alis Mata?

Benarkah Operasi Tumor Otak Bisa Lewat Alis Mata?

Baru-baru ini, masyarakat dihebohkan dengan kabar bahwa pengangkatan tumor otak dapat dilakukan melalui alis mata, tanpa membuka tempurung kepala. Namun, benarkah demikian?

ilustrasi tumor otak
Ilustrasi tumor otak.
Gambar diambil dari: https://www.luriechildrens.org/

Beberapa waktu lalu, beredar kabar bahwa pembedahan tumor otak dapat dilakukan tanpa kraniotomi–prosedur pembukaan tempurung kepala, dan dapat dilakukan hanya dengan membuat sayatan pada alis mata. Metode operasi tersebut diklaim lebih aman, cepat, dan efisien dibandingkan metode konvensional. Namun, apa benar demikian? Mari kita simak faktanya di bawah ini.

Operasi Tumor Otak Keyhole

Metode pembedahan tumor otak melalui alis mata disebut sebagai kraniotomi keyhole atau minimally-invasive retro-sigmoid craniotomy. Teknik pembedahan ini memungkinkan pengangkatan massa tumor pada tengkorak kepala melalui sayatan kecil di belakang telinga, alis mata, hidung, maupun lokasi lain untuk mengakses lokasi tumor (Gambar 1). Teknik ini dinilai lebih efektif karena membutuhkan waktu penyembuhan yang lebih singkat, menurunkan risiko bekas luka permanen, dan menimbulkan rasa sakit yang lebih sedikit dibandingkan kraniotomi konvensional. Metode ini dapat dilakukan pada pasien dengan meningioma (tumor pada selaput otak/meninges), neuroma akustik/schwannoma vestibular (tumor pada sel Schwann, pelindung saraf), tumor otak dan/atau tulang belakang metastatik (menyebar dari organ lain), hingga tumor di dalam tengkorak otak (basis cranii).

bedah tumor otak keyhole
Pembedahan Tumor Otak Keyhole.
Gambar diambil dari: https://www.pacificneuroscienceinstitute.org/

Prosedur Pembedahan Keyhole

Sebelum operasi dimulai, pasien akan dibius umum untuk mencegah timbulnya rasa sakit. Selain itu, pasien akan diintubasi untuk membuka saluran nafas dan dipasangkan kateter urin. Setelah persiapan operasi selesai, ahli bedah akan membuat sayatan kulit pada sejajar alis mata. Sayatan kulit ini harus terletak di samping luar takik supraorbital untuk mencegah baal wajah permanen. Sayatan tersebut dilakukan hingga kedalaman dermis, dan dilanjutkan sejajar dengan mata, perikranium, dan fascia temporal (sekitar 1,5-2cm) hingga berbentuk huruf “C”.

Kraniotomi akan dilakukan dengan menyayat bagian kecil dari otot temporal serta membuat lubang sedalam 5mm pada bagian samping kepala. Sayatan pada kraniotomi keyhole berbentuk huruf “D”. Setelah sayatan kulit dan kraniotomi selesai, selaput otak akan disayat untuk mengekspos tumor otak. Penyayatan selaput otak menggunakan retraktor tulang dan pembuat lubang sehingga membentuk huruf “C”.. Setelah itu, tumor otak akan diangkat. Untuk mencegah adanya tumor otak lain yang tidak diketahui, ahli bedah akan melakukan eksplorasi sederhana pada daerah otak di sekitarnya. Ketika pembedahan telah selesai, penutupan dilakukan secara bertahap, mulai dari menjahit selaput otak, perikranium, hingga kulit di atas mata. Umumnya, pembungkus kepala akan dipasangkan pada kepala pasien hingga hari berikutnya untuk mencegah pembengkakan.

Keuntungan vs. Kerugian Operasi Keyhole

Meskipun operasi ini membutuhkan waktu penyembuhan yang lebih singkat, disertai dengan minimnya rasa sakit dan tingkat komplikasi, operasi ini memiliki beberapa kekurangan. Teknik pembedahan ini tidak dapat dilakukan pada semua jenis dan/atau lokasi tumor. Hanya beberapa tumor (umumnya meningioma) yang berada di bagian depan kepala saja yang dapat disembuhkan dengan teknik ini.

Ditambah lagi, teknik ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi dikarenakan sudut pandang yang sempit sehingga seringkali membutuhkan pengaturan meja operasi yang sering dan fokus mikroskop untuk dapat melihat tumor otak dengan jelas. Pada kasus pasien dengan kelainan pembuluh darah, teknik ini sulit dilakukan tanpa melukai struktur di sekitarnya. Tingkat kesulitan yang tinggi ini menyebabkan waktu operasi yang tidak singkat, sehingga tidak sesuai untuk pasien gawat darurat dan/atau pasien lanjut usia.

Jadi, operasi tumor otak memang dapat dilakukan melalui alis mata. Namun, tidak semua kasus dapat disembuhkan dengan teknik ini. Untuk itu, setiap kasus tumor otak perlu dikonsultasikan dengan ahli bedah saraf, salah satunya dapat dilakukan di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional yang terletak di Cawang, Jakarta.

  1. Harsono FH. Keunggulan operasi tumor otak tanpa harus buka kepala [Internet]. Jakarta: Liputan6.com; 2017 Oct 13 [cited 2019 Aug 4]. Available from: https://www.liputan6.com/
  2. Keyhole brain sutgery (minimally-invasive retro-sigmoid craniotomy). Maryland: The Johns Hopkins University; (n.d.) [cited 2019 Aug 4]. Available from:
    https://www.hopkinsmedicine.org/
  3. Ormond DR, Hadjipanayis CG. The supraorbital keyhole craniotomy through an eyebrow incision: its origins and evolution. Minimally Invasive Surgery. 2013;2013;1-11

Leave a Reply

Close Menu