Ambisi Manusia Menelisik Isi Pikiran

Ambisi Manusia Menelisik Isi Pikiran

Kata orang, yang mengetahui isi hati seseorang hanya dirinya sendiri dan Tuhan. Namun, sepertinya tidak dengan isi pikiran. Sejauh ini, bahkan manusia masih penuh ambisi mencari apa isi pikiran mereka. Setiap proyek memetakan otak manusia masih jauh dari sempurna.

Usaha memetakan otak manusia mulai muncul sejak pertengahan hingga akhir dekade pertama millennium 2000. Begitu banyak proyek ambisius mulai dari Blue Brain Project (BBP, 2005), Human Connectome Project (HCP, 2009), hingga yang paling bombastis Human Brain Project (HBP, 2013). Meskipun setiap proyek memiliki tujuan khusus dan teknik masing-masing, seluruh proyek dan penelitian untuk memetakan otak manusia ingin mencapai pemahaman paripurna tentang bagaimana otak manusia bekerja mulai dari hubungan antarneuron hingga aktivitasnya. Para penggagas proyek massif ini menyatakan bahwa ke depannya kita dapat menelaah bagaimana sebuah gangguan psikologis seperti schizophrenia atau penyakit degenerative seperti Alzheimer dapat terjadi dan dapat disembuhkan.

Selayang pandang proyek memetakan otak

Henry Markram adalah pionir dari proyek gila otak manusia. Pada 2005, BBP yang berpusat di Ecole Polytechnique Federale de Lausanne (EPFL), Swiss diluncurkan dan mengusung tujuan merekonstruksi dan menstimulasi secara digital otak tikus (selanjutnya manusia) dengan membuat sebuah kolom neokorteks untuk memperlajari kesadaran. Klaim yang muncul, proyek besutan Markram ini siap untuk disimulasikan pada 2019. Meskipun ada 2015 ia baru menyelesaikan 30.000 neuron tikus (0,15%). Ya, setidaknya telah ada 150 publikasi mengenai BBP.

Image result for Blue Brain Project
Blue Brain Project; sumber: EPFL

Berbeda dengan HCP yang diluncurkan pada Juli 2009, proyek ini berpusat di Amerika di bawah naungan National Institute of Health (NIH) dengan proyek NIH Blueprint. Riset multisector ini terbagi dalam dua konsorsium: WU/Minn (Washington University-University of Minnesota-Oxford University) dan Harvard/MGH-UCAL (Harvard University -Massachusetts General Hospital-University of California Los Angeles). Dana sebesar 40 juta USD untuk kedua konsorsium dikucurkan demi selesainya proyek 5 tahun ini. Kedua konsorsium ini menggunakan teknik pencitraan berbeda untuk mendapatkan peta koneksi neuron.

Image result for human connectome project
Salah satu tampilan imejing Human Connectome Project;
sumber: humanconnectomeproject.org

Secara kronologis, Markram mewacanakan HBP pada 22 Juli 2009 dalam konferensi TEDGlobal di Oxford, Inggris. Ia memangsang target spektakuler, 10 tahun. Padahal pada proyek BBP yang ia ketuai, pemetaan otak manusia direncakanan terjadi pada 2023. Pembiayaan sebesar 1 miliar dari Uni Eropa di bawah naungan European Commision Future and Emerging Technologies dikucurkan untuk proyek yang terdiri atas 12 subproyek dan terbagi ke dalam 5 fase. HBP dimulai secara resmi pada 1 Oktober 2013 dalam waktu 10 tahun. Setidaknya masih tersisa 4 tahun untuk ambisi bukan hanya memetakan sinaps, melainkan juga setiap gen, aktivitas listrik, dan ekspresi zat kimia yang berlangsung selama otak bekerja.  

Image result for henry markram
Professor Henry Markram, penggagas Human Brain Project; sumber: EPFL

Seberapa mungkin?

Pertanyaannya  apakah hal itu mungkin? Memetakan otak bukan terjadi untuk pertama kalinya. Pada 1986 peneliti sudah melakukannya pada nematoda Caenorhabditis elegans secara lengkap disusul 30 tahun kemudian konektom (peta koneksi neuron) larva Ciona intestinalis. Sayangnya, kedua spesies ini adalah invertebrate dengan kompleksitas rendah. Hanya ada 302 neuron dengan 7.600 sinaps (hubungan neuron) pada C. alegans. Allen Institute for Brain Science (AIBS) memang telah menyelesaikan konektom dari 100.000 neuron dengan lebih dari 1 miliar sinaps pada 1cc dari 500 cc otak tikus pada April 2019, tetapi otak manusia dengan 86 miliar neuron? Rasanya tanpa ekskalasi teknologi berarti, masih perlu waktu sangat panjang mengetahui isi pikiran manusia.

Dua proyek yang lebih sederhana, BBP dan HCP masih menemui kesulitan dan perlu waktu lebih dari 10 tahun. Setidaknya belum ada yang dinyatakan secara resmi paripurna. Akan selalu ada kemungkinan, tetapi jika mengacu pada waktu sepertinya akan sulit mencapai target. Terlebih lagi ada banyak tentangan dari kalangan akademis yang berencana memboikot proyek ini – 800 neurosaintis pada 2014 – dan kritik luas untuk proyek yang dianggap buang-buang sumber daya.

Seberapa berdampak?

Salah satu yang menyangsikan manfaat HBP adalah ahli neurosains, Grace Lindsay. Ia mempertanyakan apa yang akan dilakukan dengan informasi detail otak manusia? Koleganya, Adrienne Fairhall dari Universitas Washington juga mempertanyakan fungsi dari sebuah otak yang terisolasi di dunia digital. Menurutnya, otak akan bekerja saat ia terkoneksi dengan dunia luar. Jika otak tikus karya AIBS memakan memori 2 juta gigabit data bayangkan berapa banyak yang dibutuhkan untuk menampung otak manusia dengan jumlah neuron setara dengan bintang di Bima Sakti. Pemetaan skala nano terperinci memang terdengar luar biasa, meskipun Anthony Movshon dari Universitas New York menganggap untuk mempelajari kerja otak kita tidak membutuhkan resolusi yang terlalu tinggi dan hanya butuh gambaran kasar prinsip kerja suatu sistem. Setidaknya beberapa terapi berlandaskan HCP dengan mempertimbangkan kesinambungan sirkuit neuoron dan area fungsional otak telah dilakukan.

Pada akhirnya seorang pionir memang harus bicara besar dan berpikiran setinggi langit. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dalam perkembangan teknologi. Beberapa orang memang berkata bahwa kita hampir sampai pada fase stagnan dimana efisiensi hampir memuncak. Wacana bahwa setiap orang nantinya akan memiliki computer pribadi juga terkesan gila kala itu. Wacana Markram untuk membuat orang mampu berbicara Bahasa inggris hanya dengan meminum pil juga tidak masuk akal saat ini. Namun, siapa yang dapat memprediksi? Bahkan manusia tidak tahu apa isi pikiran mereka.

Referensi:

  1. DeWeerdt S. How to map the brain. Nature. 2019 Jul 24; 571: S6-8.
  2. Yong E. The Human Brain Project hasn’t lived up to its promise [Internet]. The Atlantic; 2019 Jul 22 [cited 2019 Aug 5]. Available from: https://www.theatlantic.com/science/archive/2019/07/ten-years-human-brain-project-simulation-markram-ted-talk/594493/
  3. Amunts K, Knoll AC, Lippert T, Pennartz CM, Philippe R, Destexhe A, et al. The Human Brain Project – synergy between neuroscience, computing, informatics, and brain-inspired technologies. PLoS Biol. 2019 Jul 1; 17(7): e3000344
  4. Fox MD. Mapping symptoms to brain networks with the Human Connectome. N Eng J Med. 2018; 379(23): 2237-45.
  5. Dance A. Connectomes make the map. Nature. 2015 Oct 1; 526: 147-9. https://www.nature.com/articles/526147a
  6. Human Connectome Project [Internet]. California: humanconnectomeproject.org; 2019 [cited 2019 Aug 5]. Available from: http://www.humanconnectomeproject.org/about/
  7. Connectome programs [Internet]. Illinois: National Institute of Health Blueprint; 2019
    [cited 2019 Aug 5]
  8. . Available from: https://neuroscienceblueprint.nih.gov/human-connectome/connectome-programs
  9. Human Brain Project [Internet]. Geneva: humanbrainproject.eu; 2019 [cited 2019 Aug 5]. Available from: https://www.humanbrainproject.eu/en/about/overview/
  10. Renstrom J. What would it mean for humans to become data? [Internet]. New York: Slate; 2019 Jul 30 [cited 2019 Aug 5]. Available from: https://slate.com/technology/2019/07/years-and-years-finale-bethany-transhumanist.html

Leave a Reply

Close Menu